Changing My Job, Finally!

Welcome to the future with the green company

Berhenti kerja ialah impian saya sejak 3 tahun lepas. Setiap kali tension, saya akan membebel di sini. I want to quit! Saya bosan sampai nak muntah! Uweekk!

Oleh sebab saya terlalu suka membebel berhenti kerja, kawan2 selalu tanya, 'So, ko dah berhenti ke?' Selama ni, saya cuma boleh telan air liur. Riuh sekampung, tapi telur sebiji pon tak de.

Tapi semuanya dah berubah.
Saya telah meletakkan jawatan. Hari nih saya report duty di tempat kerja baru. Hahaha. Rasa seperti orang yang baru berenang melawan arus deras, akhirnya terdampar di tebing sungai. Sukses!

Apakah perasaan saya masa meletak jawatan?

Saya tak boleh tido semalaman. Terbayang wajah Trump yang garang. Seperti yang sahabat baik saya, Jen dengan sukarela menakutkan saya,

>> Trump baca surat resignation, hentak meja dan baling surat itu ke arah saya sambil jerit, 'What is this?' Dan saya (yang dimainkan oleh Jen) yang tiba-tiba berani itu baling semula surat itu ke arah Trump, 'This is it!' Hahaha. Dramatik, bukan? <<>

Anyway, sebelum berjumpa dengan Trump, saya telah praktis pelbagai senario in my head dan macamana saya akan deal with it. Kwang2x...

Senario #1: Trump naik darah selepas saya bagitau nak berhenti kerja.
Langkah berjaga2: Duduk depan Trump sambil kata, 'Please don't shout at me. I'm pregnant.' Untuk tambah efek, saya perlu usap perut sendiri.

Senario #2: Trump terkejut sampai pengsan.
Langkah berjaga2: Ambil segelas air dan simbah ke mukanya.

Senario #3: Trump counter-offer.
Langkah berjaga2: Saya counter balik, 'Datuk, saya nak gaji 5x ganda gaji saya sekarang, jawatan Manager dan ofis kat rumah. Boleh?'

Muahaha! Saya memang tamak haloba! Tapi akhirnya, ketiga2 senario tu cuma tinggal dalam mimpi ngeri saya saja. Mungkin #3 ada berlaku, tapi unfortunately:

Trump: Kenapa you nak pindah kerja?
Saya: Because I want to grab the learning opportunities in that company, Datuk. (Dan jugak gaji lebih baik. Huhu.)
Trump: You nak pindah kerja sebab dekat sana you can get more learning opportunities?
Saya: Ya Datuk.
Trump: Sebenarnya, I plan nak hantar you study kat UK next year if this didn't happen.
Saya: ((diam agak lama)) --> Omigod Trump, kalau kamu nak hantar saya study overseas, dah lama saya ke sana bukan? Saya bekerja mati-matian pun kamu tak mau naikkan pangkat. Kenapa bila saya nak resign, baru kamu nak tawarkan yang macam2? Tidak, tidak... Ini satu tipu-helah counter-offer.
Saya: Itu memang peluang baik, tapi I cannot accept.

Yes, I cannot accept. Saya seorang yang tak suka preferential treatment. Dari zaman universiti sampai sekarang, saya berusaha keras sendiri.

Sebenarnya, kerja baru saya tak la lebih hebat dari kerja sekarang. Terus-terang, walaupun saya selalu membebel tentang pekerjaan yang sangat tension, dan bos yang tak appreciate, tapi saya kutip banyak pengalaman berharga. Dua tahun lepas, saya tak tido berhari-hari sebab Trump suruh saya buat presentation untuk PM. Bukan setakat buat presentation, Trump heret saya masuk sekali ke mesyuarat pembentangan depan Perdana Menteri! Saya separuh mati berdoa supaya tak ada soalan yang pelik2 sebab kalau Trump tak boleh jawab, maka saya kena menjawabnya (sebab presentation tu saya yang buat. Huhu.)

Sekarang kamu semua tahu kenapa saya selalu tak update blog ye. Huahuahua.

Tapi pekerjaan baru ni, saya tak lagi perlu deal dengan 'Atok2', jadi harapnya kehidupan saya akan lebih aman.

Ok, la. Next time bila saya rajin lagi, saya akan update pasal pekerjaan baru saya. Esok saya kena keluar rumah pukul 6.30pagi dan pergi training di Bangi. La ~ La ~ La ~ .... (Kerja baru memang kena rajin bangun awal pagi).

0 comments:

Post a Comment